Senin, 29 Desember 2014

Bobot Pelajaran di Tingkat SMA Overdosis




Sekolah sangat dibutuhkan untuk setiap anak didik bangsa yang lahir di dunia ini. Dengan sekolah kita mendapatkan berbagai macam ilmu yang tentunya ilmu itu pasti bisa disalurkan untuk negeri ini. Tapi apa yang dihadapi oleh anak bangsa? Menerima banyak sekali tanggungan mata pelajaran. Bobot pelajaran tingkat SMA di Indonesia dianggap terlalu memberatkan siswa, itu terlihat dengan terlalu banyaknya jumlah mata pelajaran yang harus dipelajari siswa.
          Pendidikan di Indonesia kurikulumnya terlalu berat, salah satu buktinya adalah mata pelajaran yang terlalu banyak sehingga pelajar cenderung merasa bingung, lelah, dan tidak bersemangat. Terlalu banyak mata pelajaran malah akhirnya tidak ada pendalaman, sehingga kualitas malah justru terbengkalai. Pada tingkat SMA, terdapat 16  mata pelajaran yang harus dipelajari, bahkan ada yang 18 mata pelajaran, ini sangat jauh berbeda dengan pendidikan SMA di Singapura yang notabene sebagai salah satu negara dengan pendidikan yang maju. Di Singapura, siswa hanya diwajibkan mempelajari 4 sampai 6 mata pelajaran yang berbeda.
            Dengan keadaan yang seperti ini, siswa sulit untuk memahami setiap mata pelajaran. Kalaupun nilai mata pelajaran siswa - siswi Indonesia bagus, tetapi para siswa tidak mempunyai suatu pengetahuan yang fokus untuk mendalami mata pelajaran tersebut. Di Indonesia ini dominan dengan anak-anak harus mengejar nilai, mendapatkan nilai yang bagus tanpa mementingkan hal yang lain. Para siswa tidak memiliki cukup waktu untuk memahami semuanya, sehingga mengambil jalan pintas dengan menghafal, dengan menghafal siswa bisa mendapatkan nilai bagus, tetapi tidak dengan pemahaman. Dengan cara menghafal, siswa hanya akan ingat dalam waktu yang relatif singkat, setelah lulus pasti akan lupa. Kehidupan ini bukan sekadar teori, tetapi setiap orang dituntut agar dapat memecahkan masalah yang ada di masyarakat yang semakin hari semakin rumit.
            Semestinya para siswa diberikan kesempatan memilih mata pelajaran yang mereka sukai, dan dari situ dapat dikembangkan pikiran mereka tentang pelajaran yang mereka pilih. Jadi mereka mempunyai kesempatan untuk berinovasi dan berkreasi. Guru harus menjadi sosok yang mandiri dan teladan manusia merdeka yang tidak mudah diintimidasi oleh birokrat pendidikan dan wali murid.  Seperti halnya SMA di Changkat Changi Secondary School Singapore, sekolah tersebut menerapkan cara belajar seperti itu, dan hasilnya pun tidak mengecewakan.
            Kita mesti saling bergotong - royong untuk memajukan pendidikan di negara ini dengan penuh niat dan tekat. Harapan untuk pendidikan negara ini semakin memperdulikan para siswa yang sangat terbebani dengan mata pelajaran yang sangat banyak, tidak ada lagi keterpaksaan antara murid dan guru. Masalah pendidikan adalah masalah utama bagi bangsa dan kita harus menemukan solusi terbaik untuk anak bangsa. Karena sesungguhnya ilmu yang abadi adalah ilmu yang dipelajari melalui ketulusan hati untuk belajar dan kejernihan pikiran untuk berpikir hebat.

-Ismu Rijal Fahmi-
| Tidak ada komentar:

Sabtu, 31 Mei 2014

Kambing Istimewa

DIJUAL kambing,, bisa pesan perkambing atau partai, harga tergantung jenis, dan ukuran kambing.. semakin dekat dengan hari raya (Idul Fitri/Idul Adha) harga semakin naik.. jadi buruan pesen...! LANGSUNG! TANPA PERANTARA.
hubungi 085228455848 (pemilik) atau 087705511122 (karyawan)
kambing siap potong ada! anak kambing ada! tinggal pilih, stok terbatas..
rentang harga :1.5 jt-2.5jt. bisa nego. silakan datang dan lihat kondisinya secara langsung, alamat Wonolelo rt 03 rw 05 muntilan


| Tidak ada komentar:

Selasa, 27 Mei 2014

Kambing Berkualitas

DIJUAL kambing,, bisa pesan perkambing atau partai, harga tergantung jenis, kualitas, besar, dan kesehatan kambing.. semakin dekat dengan hari raya (Idul Fitri/Idul Adha) harga semakin naik.. jadi buruan pesen...! LANGSUNG! TANPA PERANTARA.
hubungi 085228455848 (pemilik) atau 087705511122 (karyawan). Magelang (kab.) jawa tengah..
| Tidak ada komentar:

Minggu, 16 Februari 2014

Materi PKn Kelas 9 part 2

Materi PKn Kelas 9 part 2 download
| Tidak ada komentar:

Minggu, 09 Februari 2014

Materi PKn Kelas 9

Just download it right here.
| Tidak ada komentar:

Selasa, 21 Januari 2014

Soal UN IPA 2013

Just Download Full 20 packs..
| Tidak ada komentar:

Sabtu, 18 Januari 2014

Drama : Jangan Dia

Dibuat oleh : Ismu Rijal Fahmi, Dhea Apta Monica, Evin Danu Widyo

Alur :
  1. Dea ingin putus dengan Rian tanpa alasan yang jelas
  2. Pada suatu waktu Dea bertemu dengan Rizal dan tumbuhlah cinta di antara mereka.
  3. Hubungan mereka berjalan dengan indah hingga akhirnya Rian muncul kembali ke kehidupan Dea.
  4. Hubungan Rizal dan Dea pun berakhir. Namun tak lama berselang mereka kembali berpacaran. Dengan begitu gagalah rencana Rian.
  5. Akan tetapi, semakin lama hubungan mereka memburuk. Hal itu dikarenakan ketidaksetiaan Dea terhadap pacarnya, Rizal.
  6. Rizal mulai mengetahui hal tersebut dan hubungan mereka kembali kandas.
  7. Setelah putus dengan Rizal, Dea kembali bersama Rian.
  8. Namun karena pertengkaran Rizal dan Rian yang terus memanas, Dea pun memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Rian.











Jangan Dia


Di suatu pagi yang mendung, seorang gadis sedang kesal terhadap pacarnya.
Dea        : Aku mau putus.
Rian       : Kenapa?
Dea        : Pokoknya aku mau putus!
Rian       : Ya nggak bisa gitu dong!
Dea        : Ya pokoknya putus. Titik!
Rian       : Tapi aku masih cinta banget ma kamu.
Dea        : Aku nggak mau tahu ya! Yang penting kita putus. Titik!
Rian       : Ya sudahlah kalau itu mau mu. Aku nggak bisa maksa kamu lagi.
Dea        : Kalau begitu kita sudah tidak ada apa-apa lagi! Kita jalani hidup kita masing-masing.
                Di awal kelas 8, mulailah perjalanan cinta yang baru. Dea bertemu Rizal, seorang anak laki-laki yang selalu menyendiri.
Dea        : Halo namaku Dea, namamu siapa? Kok nggak gabung sama yang lain? Kenapa? (Sambil tersenyum manis)
Rizal       : Penting ya?
Dea        : Kok jawabnya gitu, galau ya?
Rizal       : Nggak kok. Ok, namaku Rizal (Mulai tersenyum)
                Sejak saat itu mereka mulai akrab dan akhirnya timbul suatu rasa. Rizal pun segera menyatakan cintanya kepada Dea.
Rizal       : Dea.
Dea        : Iya (Sambil tersenyum penuh arti)
Rizal       : Emm. A.. A.. Aku suka sama kamu.
Dea        : Ah bercanda.
Rizal       : Aku serius. Kamu mau nggak jadi pacar aku?
Dea        : Terserah.
Rizal       : Berarti iya?
Dea        : Nggak tau ah bingung (Sambil berlalu meniggalkan Rizal)
                Keesokan harinya Rizal kembali menanyakan hal tersebut.
Rizal       : Gimana jawabannya?
Dea        : Mmmm, iya!
Rizal       : Beneran?
Dea        : Iya beneran. Nggak percaya banget sih. (Langsung pergi karena malu)
                Sejak saat itu, Rizal banyak berubah. Dia mendadak rajin dan prestasinya terus meningkat, hal itu dikarenakan dia gengsi dengan Dea. Namun sayangnya Rizal semakin sibuk dengan Dea dan tidak memperdulikan lingkungannya termasuk teman-temannya.
Dea        : Sayang, aku pergi dulu ya. Ada janji nih sama temenku.
Rizal       : Terus aku sama siapa?
Dea        : Itu lho gabung sama temen-temen.
Rizal       : Nggak mau. Aku maunya sama kamu!
Dea        : Kenapa gitu?
Rizal       : Ya pokoknya nggak mau.
Dea        : Aduh. Terus gimana?
Rizal       : Tau ah. Gelap!
Dea        : Lho kok gitu sih, jangan marah dong.
Rizal       : Habisnya Kamu gitu sih.
Dea        : Terus aku harus gimana lagi? Kalau aku sama kamu terus apa kata temen-temen aku? Nanti aku dikira sombong, pilih kasih, dan lupa sama temen-temen.
Rizal       : (Cemberut)
Dea        : Ya udah deh aku temenin.
                Mereka pun larut dalam canda dan tawa. Tanpa mereka ketahui, Rian melihat mereka dari kejauhan. Dia pun bertekad akan merusak hubungan mereka dan mendapatkan Dea kembali.
Rian       : Awas aja Rizal! Aku akan bales semua ini! Tinggal tunggu saat yang tepat dan Dea akan jadi milikku lagi!!! Lihat aja! (Sambil tersenyum licik)
                Mulai saat itu, Rian mulai curi-curi kesempatan mendekati Dea saat Rizal tidak ada. Rian menghasut Dea agar hubungan Dea dan Rizal bubar, sesuai rencananya.
Rian       : Hallo.. Dea!! Kok sendiri aja? Mana pacarmu itu?
Dea        : Eh.. Hallo juga! Emm kurang tau ya, mungkin lagi ada urusan.
Rian       : Waah.. Susah ya punya pacar sibuk? Sering ditinggal pergi.
Dea        : Maksudnya?? Bukan.. Justru aku yang sering niggal pergi.
Rian       : Yaa.. Terserah sih! Pacar kamu yang beneran sibuk? Atau pacar kamu yang mempersibuk dirinya sendiri?
Dea        : (Memandang Rian tak mengerti)           
Rian       : Lebih jelasnya lagi, seberapa pentingnya urusan itu dibanding Kamu?
Dea        : Kok kamu bisa bilang gitu?
Rian       : Aduh.. Dea! Sekarang gini ya, kalau misal dia emang cinta sama kamu, pasti dia nggak akan tega ninggalin cewek secantik kamu yang nggak lain adalah pacarnya!
Dea        : (Hanya terdiam dengan tatapan kosong)
Rian       : Yaah.. aku sih cuma kasihan sama kamu De! (Menepuk bahu Dea seraya pergi meninggalkan Dea yang masih diam seribu bahasa)
                Tanpa sengaja Rizal melihat Dea bersama Rian.
Rizal       : Kenapa tadi?
Dea        : Kenapa apanya?
Rizal       : Tadi kenapa sama dia?
Dea        : Nggak apa-apa!
Rizal       : Alah.. bohong!
Dea        : Beneran. Kamu kenapa sih?
Rizal       : Curiga aja.
Dea        : Iih, apaan sih. Ya udah yuk masuk kelas aja.
Rizal       : Hmm.
                Di kelas, Rizal masih marah dengan Dea. Dea mencoba menenangkannya, tetapi tetap saja Rizal marah. Akhirnya Dea pun terpancing emosi.
Dea        : Masih marah?
Rizal       : Menatap Dea sebentar, kemudian berjalan menjauh.
Dea        : Rizal! Aku belum selesai ngomong!
Rizal       : (Berbalik menatap Dea)
Dea        : Kamu bisa nggak sih kalau ada masalah diomongin baik-baik?
Rizal       : Tadi aku udah nanya kamu, kamu bilang nggak apa-apa!
Dea        : Lha kenyataannya memang nggak ada apa-apa!
Zal          : Ya udah.
Dea        : Kamu nyebelin banget sih! (Mulai marah)
Rizal       : Kamu juga! (Pergi menjauh)
Dea        : Mendingan kita putus aja deh!
Rizal       : Terserah! (Sambil terus berjalan)
                Hubungan Rizal dan Dea berakhir. Tapi sebenarnya di hati mereka masih tersimpan rasa sayang. Sementara itu putusnya hubungan Rizal dan Dea diketahui oleh Rian, Rian pun tidak menyia-nyiakan kesempatn ini. Sepulang sekolah Rian memberanikan diri untuk menyatakan cintanya.
Rian       : Hai Dea. Sendirian aja? Mana pacarmu yang katanya cinta sama kamu itu?
Dea        : Apaan sih?
Rian       : Ah udah deh, aku tahu kok kamu putus sama dia.
Dea        : Terus?
Rian       : Em, sebenarnya aku masih sayang sama kamu. Aku cemburu loh kamu sama dia. Aku pengen balikan sama kamu.
Dea        : Hh, ya nanti lah. Aku pikir dulu. (Pergi)
                Sesampai di rumahnya, Dea bertemu dengan Rizal yang ternyata telah menunggunya.
Dea        : Rizal? Kamu ngapain disini?
Rizal       : Aku pengen ngomong sesuatu sama kamu.
Dea        : Ah kamu tuh nekad banget sih. Kalau ibuku tahu kamu disini, bisa habis aku!
Rizal       : Tapi ini peting.
Dea        : Ya kan sms saja bisa.
Rizal       : Aku maunya langsung.
Dea        : Ya besok aja.Kamu cepetan pulang.Sebelum mama aku lihat.
Rizal       : Ya udah deh. (Pulang ke rumahnya)
                Keesokan harinya Rizal menemuai Dea.
Rizal       : Hai, Dea!
Dea        : Oh, Hai! Kemarin mau ngomong apa?
Rizal       : Aku masih sayang sama kamu. (Menatap Dea dengan serius dan penuh harap)
Dea        : Aku juga masih sayang ma kamu.
Rizal       : Terus gimana? (Berharap Dea mengajak balikan)
Dea        : Terserah. (Malu-malu)
Rizal       : Balikan?
Dea        : Iya (tersenyum)
                Tanpa mereka sadari Rian mendengar percakapan mereka.
Rian       : Oh, gitu. Selamat ya! (Menghampiri mereka tetapi kemudian berlari pergi)
Dea        : Rian! (Berusaha mengejar Rian karena merasa tidak enak)
Rizal       : Udah, ngapain sih ngejar dia? (Menahan Dea)
Dea        : Ya kasihan to dia.
Rizal       : Kasihan atau apa?
Dea        : Jangan mulai lagi deh.
Rizal       : Ya udah deh, lupain aja. Ke kantin yuk.
Dea        : Ngapain?
Rizal       : Jualan. Ya makan lah, aku traktir deh.
Dea        : Ya udah yuk. (Tersenyum)
                4 bulan berlalu, berbagai masalah menghadang mereka, tetapi hubungan mereka masih bisa bertahan. Tetapi, entah mengapa Dea mulai berubah. Tanpa diketahui Rizal, Dea memiliki hubungan yang dekat dengan Rian.
Rian       : Hai Dea!
Dea        : Hai Rian!
Rian       : Sendirian? Rizal mana?
Dea        : Tuh lagi ngajarin temannya di kelas.
Rian       : Hahaha, kasihan dicuekin.
Dea        : Iya nih.
Rian       : Boleh nggak aku duduk di sini? (Ingin duduk di samping Dea)
Dea        : Boleh. (Tersenyum)
             Suatu malam, Dea dan Rizal ada janji untuk bertemu. Tetapi  setelah Rizal menunggu lama,Dea tidak datang juga dan malah bertemu dengan Rian.
Rizal    : Ah.. Dea tuh gimana sih?! (Nomor Dea tidak aktif lagi)
             Sementara itu Dea dan Rian,
Rian    : Tumben De,, malem-malem keluar!
Dea     : Iya nih lagi nggak ada kerjaan.
             Mereka pun mengobrol cukup lama. Keesokan harinya Rizal menemui Dea.
Rizal    : Kamu kemana aja sih?? Aku dah tunggu kamu tadi malem!!
Dea     : Kamu yang kemana… Aku juga nungguin kamu tau!
Rizal    : Ahh… bohong! (Mulai curiga)
Dea     : Beneran..!
Rizal    : Emang kamu nungguinnya di mana?
Dea     : Ah.. udahlah nggak usah dibahas!
Rizal    : (Menatap Dea penuh curiga)
Dea     : Kenapa? Masih nggak percaya? Emang mukaku kurang meyakinkan ya?
Rizal    : Oke….oke… Aku percaya sama kamu.
             Rizal sedang berjalan pulang ketika Rian dan Dea sedang berduaan. Rizal tak dapat membendung amarahnya.
Rian    : De… Pergi dulu ya! Hati-hati! (Langsung pergi ketika Rizal datang)
Rizal    : Dea!!! (Membentak)
Dea     : Haaaaaa?? (Bingung dan kaget)
Rizal    : Ngapain kamu tadi sama dia?
Dea     : Nggak apa-apa kok.
Rizal    : Kenapa..??!
Dea     : Emang kenapa sih? Penting ya?
Rizal    : Nyebelin banget sih kamu!
Dea     : Terserah! Sekarang aku mau putus dari kamu!
Rizal    : Kenapa? Kamu mau balikan lagi sama Rian??
Dea     : Kalau iya kenapa?
Rizal    : Aku muak sama kamu!
Dea     : Terserah! Kita putus!
Rizal    : Whatever! Don’t need you anymore!
             Keesokan harinya Rian kembali menemui Dea.
Rian    : Maaf ya.. Bikin kamu putus sama dia.
Dea     : Iya.. Nggak apa-apa kok. Lagian ada yang gantiin kok.
Rian    : Maksud kamu?
Dea     : Emang kamu nggak cinta sama aku?
Rian    : Hah?
Dea     : Iya nggak??
Rian    : Mmm.. Ya iya sih.
Dea     : Terus?
Rian    : Emang kamu mau jadi pacarku?
Dea     : Hmm.. Terserah! (Tersenyum)
Rian    : Mau nggak??
Dea     : Iyaaa! (Tersenyum)
             Waktu terus berlalu dan sekolah mereka mengadakan ‘class meeting’ yang salah satunya adalah kompetisi futsal antar kelas. Di final kelas Rizal dan Rian bertemu. Namun,saat pertandingan terjadi perselisihan.
Rizal    : Heh..! Kalau main yang ‘fair’ dong!
Rian    : Tadi emang gol kok!
Rizal    : Heh… Aku kipernya, jadi aku lebih tau dari kamu!
Rian    : Alahhh!!
             Mereka pun bertengkar, karena hal tersebut mereka berdua diberi  kartu merah oleh wasit dan harus keluar lapangan.
Rian    : Ini semua gara-gara kamu tau nggak!
Rizal    : Hah?? Gara-gara aku?? Kalau nggak ada kamu hubunganku sama Dea pasti baik-baik aja.
Rian    : Terus maumu gimana?
Rizal    : Mauku?? (Langsung memukul Rian)
             Mereka pun bertengkar kembali. Tak lama, Dea datang.
Dea     : Eh eh eh… Apa-apaan nih? Berhentii! Kaya anak kecil tau nggak?? (Melerai Rian dan Rizal)
Rian    : Tau tuh. Aneh!
Dea     : Rizal.. Kamu ngapain, hah? Kita kan udah nggak ada apa-apa lagi!
Rizal    : (Terdiam menatap Dea dan Rian dengan penuh amarah)
Dea     : Pergi kamu sekarang… Pergi!
Rizal    : (Pergi meninggalkan Rian dan Dea)
Dea     : Rian… Aku minta putus!
Rian    : Kenapa? Pasti gara-gara Rizal kan?
Dea     : Enggak!
Rian    : Halah!
Dea     : Enggak, dengerin dulu. Aku nggak bisa nerusin kita. Aku malu sama tingkahmu, sama tingkah kalian.
Rian    : Malu apaan?
Dea     : Apa kamu nggak tau? Di luar sana temen-temen itu ngomongin aku. Bilang aku nggak setia, bikin ribut, dan apalah itu! Aku malu tau nggak?
Rian    : Oke.. Terserah kamu! (Pergi meninggalkan Dea)
             Sejak saat itulah mereka bertiga bermusuhan.


| Tidak ada komentar:
Sponsors : Best Google Covers | Desktop Wallpaperslk | PSD Graphics
Copyright © 2012. Fahmi's Blog - All Rights Reserved
Template Design by Cool Blogger Tutorials | Published by Templates Doctor
Powered by Blogger